Hukum Menambah Doa Qunut

Assalamu ‘alaikum.
Ustadz, saya mau tanya. Adakah doa qunut yang diAssalamu ‘alaikum.
Ustadz, saya mau tanya. Adakah doa qunut yang dianjurkan untuk dibaca dalam shalat shubuh selain doa qunut Nabi (Allahummahdinii dst.)? Bolehkan digabung dengan antara dua qunut? Dan bolehkah membaca doa qunut dengan doa selain yang tersebut didalam sunnah? Mohon penjelasannya.

(Dari Hamba Allah).
Jawaban:
Selain doa qunut Nabi yang sudah kita kenal, ada juga yang namanya qunut Umar bin Khathab. Lafadznya sebagai berikut:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ، وَنُثْنِي عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ، وَنَشْكُرُكَ وَلا نَكْفُرُكَ، وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ، اللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّي وَنَسْجُدُ، وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِد،ُ نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ، إِنَّ عَذَابَكَ بِالْكُفَّارِ مُلْحِقٌ
Ya Allah, kami memohon pertolongan dan memohon ampun padaMu, kami menyanjungMu dengan kebaikan seluruhnya, kami bersyukur padaMu dan tidak mengingkariMu, kami melepaskan diri dan meninggalkan orang yang mendurhakaiMu. Ya Allah, hanya kepadaMu kami menyembah, untukMu kami shalat dan bersujud, kepadaMu kami berjalan dan bergegas, kami mengharap rahmatMu dan kami takut akan siksaanMu, sesungguhnya siksaMu terhadap orang-orang kafir akan ditimpakan. (Syarh Ma’aniy al Atsar juz 1 hal. 249 no. 1475).
Nah, apakah boleh digabungkan antara qunut Nabi dengan qunut Umar? Dalam hal ini Imam Nawawi rahimahullah memberikan penjelasan: Para pengikut kami (Syafi’iyah) berkata bahwa disunnahkan untuk menggabungkan antara qunut Umar radhiyallahu ‘anhu dan qunut yang terdahulu (qunut Nabi). Apabila digabungkan antara keduanya maka yang paling shahih adalah mengakhirkan qunut Umar. Menurut satu versi disunnahkan mendahulukan qunut Umar. Dan apabila diringkas satu qunut saja maka sebaiknya dibaca qunut yang awal saja (qunut Nabi). Disunnahkan menggabungkan dua qunut (qunut Nabi dan qunut Umar) apabila shalat sendirian ataupun imam dengan jama’ah tetap yang ridho dengan bacaan panjang. Wallahu a’lam.
Apakah disunnahkan membaca shalawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sesudah doa qunut? Dalam hal ini ada dua versi. Versi yang paling shahih dan mashyhur yang mushannif (penyusun kitab) dan mayoritas ulama telah mengambil keputusan bahwa membaca shalawat setelah qunut itu disunnahkan.
Untuk masalah bacaan qunut selain dengan doa-doa yang sudah kita ketahui selama ini juga diperboehkan. Masalah ini juga dijelaskan oleh Imam Nawawi:
Ketahuilah, qunut itu tidak hanya tertentu dengan doa menurut madzhab yang terpilih. Doa apapun yang dibaca, qunut tetap tercapai. Jika seseorang berqunut dengan satu ayat atau beberapa ayat al Qur’an yang bermakna doa maka qunut sudah tercapai, tetapi yang lebih afdhal adalah doa qunut yang berdasarkan sunnah.
Jadi kesimpulannya boleh dan sunnah menggabungkan dua qunut serta mengakhirkan bacaan shalawat Nabi dari doa qunut gabungan tersebut. Wallahu a’lam.
(Dijawab oleh Al Murtadho). anjurkan untuk dibaca dalam shalat shubuh selain doa qunut Nabi (Allahummahdinii dst.)? Bolehkan digabung dengan antara dua qunut? Dan bolehkah membaca doa qunut dengan doa selain yang tersebut didalam sunnah? Mohon penjelasannya.
(Dari Hamba Allah).
Jawaban:
Selain doa qunut Nabi yang sudah kita kenal, ada juga yang namanya qunut Umar bin Khathab. Lafadznya sebagai berikut:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ، وَنُثْنِي عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ، وَنَشْكُرُكَ وَلا نَكْفُرُكَ، وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ، اللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّي وَنَسْجُدُ، وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِد،ُ نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ، إِنَّ عَذَابَكَ بِالْكُفَّارِ مُلْحِقٌ
Ya Allah, kami memohon pertolongan dan memohon ampun padaMu, kami menyanjungMu dengan kebaikan seluruhnya, kami bersyukur padaMu dan tidak mengingkariMu, kami melepaskan diri dan meninggalkan orang yang mendurhakaiMu. Ya Allah, hanya kepadaMu kami menyembah, untukMu kami shalat dan bersujud, kepadaMu kami berjalan dan bergegas, kami mengharap rahmatMu dan kami takut akan siksaanMu, sesungguhnya siksaMu terhadap orang-orang kafir akan ditimpakan. (Syarh Ma’aniy al Atsar juz 1 hal. 249 no. 1475).
Nah, apakah boleh digabungkan antara qunut Nabi dengan qunut Umar? Dalam hal ini Imam Nawawi rahimahullah memberikan penjelasan: Para pengikut kami (Syafi’iyah) berkata bahwa disunnahkan untuk menggabungkan antara qunut Umar radhiyallahu ‘anhu dan qunut yang terdahulu (qunut Nabi). Apabila digabungkan antara keduanya maka yang paling shahih adalah mengakhirkan qunut Umar. Menurut satu versi disunnahkan mendahulukan qunut Umar. Dan apabila diringkas satu qunut saja maka sebaiknya dibaca qunut yang awal saja (qunut Nabi). Disunnahkan menggabungkan dua qunut (qunut Nabi dan qunut Umar) apabila shalat sendirian ataupun imam dengan jama’ah tetap yang ridho dengan bacaan panjang. Wallahu a’lam.
Apakah disunnahkan membaca shalawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sesudah doa qunut? Dalam hal ini ada dua versi. Versi yang paling shahih dan mashyhur yang mushannif (penyusun kitab) dan mayoritas ulama telah mengambil keputusan bahwa membaca shalawat setelah qunut itu disunnahkan.
Untuk masalah bacaan qunut selain dengan doa-doa yang sudah kita ketahui selama ini juga diperboehkan. Masalah ini juga dijelaskan oleh Imam Nawawi:
Ketahuilah, qunut itu tidak hanya tertentu dengan doa menurut madzhab yang terpilih. Doa apapun yang dibaca, qunut tetap tercapai. Jika seseorang berqunut dengan satu ayat atau beberapa ayat al Qur’an yang bermakna doa maka qunut sudah tercapai, tetapi yang lebih afdhal adalah doa qunut yang berdasarkan sunnah.
Jadi kesimpulannya boleh dan sunnah menggabungkan dua qunut serta mengakhirkan bacaan shalawat Nabi dari doa qunut gabungan tersebut. Wallahu a’lam.
(Dijawab oleh Al Murtadho).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *