Jarak jauh Yang Ditempuh Dengan Cepat, Masihkah Boleh Mengqoshor Sholat?

Jarak jauh Yang Ditempuh Dengan Cepat, Masihkah Boleh Mengqoshor Sholat?

Soal:
Assalamu’alaikum,
Dahulu orang bepergian naik kuda atau onta jika bepergian sampai memakan waktu sehingga diperbolehkan jama’ dan qoshor, tapi sekarang kendaraanya lebih cepat dan menyingkat waktu, melihat keadaan diatas masihkah diperbolehkan mengqoshor sholat ?
Jawab: Wa’alaikum salam warahmatullah wabaraktuh
Kebolehan mengqoshor sholat merupakan sebuah keringanan yang diberikan oleh Allah kepada hambanya dalam mengerjakan ibadah, sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ya’la bin Umaiyyah, beliau mengisahkan;
قُلْتُ لِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ: {لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ، إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا} فَقَدْ أَمِنَ النَّاسُ، فَقَالَ: عَجِبْتُ مِمَّا عَجِبْتُ مِنْهُ، فَسَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ، فَقَالَ «صَدَقَةٌ تَصَدَّقَ اللهُ بِهَا عَلَيْكُمْ، فَاقْبَلُوا صَدَقَتَهُ»
“Aku bertanya pada Umar bin Al-Khoththob, Allah telah berfirman:
لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا
“(Saat kalian sedang bepergian, maka) tidak mengapa kalian mengqasar shalat jika kalian takut diperangi orang-orang kafir.” (QS. An-Nisa’ : 101)
Padahal kini orang-orang telah benar-benar aman?” Umar manjawab : “aku juga pernah heran tentang apa yang menjadi keherananmu, kemudian aku menanyakannya kepada Rasulullah SAW. Lalu beliau menjawab “Qashar itu merupakan shadaqah yang diberikan Allah kepada kalian semua, maka terimalah shadaqah-Nya.” (Shahih Muslim, no.686)
Dari hadits diatas dapat dipahami bahwa kebolehan mengerjakan sholat qoshor masih tetap berlaku, meskipun kaum muslimin sudah merasa aman dari gangguan kaum kafir, sebab mengqoshor sholat adalah bentuk “sedekah” yang diberikan Allah untuk hambanya, sebagai wujud kasih sayang Allah kepada hambanya. Sedangkan firman Allah yang berbunyi “jika kalian takut diperangi orang-orang kafir” hanyalah memandang keadaan pada umumnya, jadi meskipun sudah merasa aman tetap diperbolehkan mengqoshor sholat.
Sedangkan mengenai illat (alasan yang mendasari hukum) diperbolehkannya mengqoshor sholat para ulama’ telah menetapkan bahwa illat diperbolehkannya mengqoshor sholat adalah “safar” (bepergian), dalam arti apabila jarak perjalanan yang ditempuh sudah mencapai batas jarak yang ditetapkan, maka sudah diperbolehkan mengqoshor sholat.
Jadi, harus dipahami bahwa alasan diperbolehkannya mengqoshor sholat adalah pertimbangan faktor jarak tempuhnya, bukan “masyaqqot’ (kepayahan yang ditimbulkan, sebab masyaqqot yang ditimbulkan saat orang bepergian tidak dapat dijadikan tolok ukur, terkadang orang yang bepergian jauh karena naik pesawat tidak begitu capek, tapi perjalan dekat malah yang capek karena naik sepeda motor. Karena tidak jelasnya standar masyaqqot, para ulama’ menetapkan bahwa illat diperbolehkannya mengqoshor sholat adalah jarak tempuh “safar” (bepergian), bukan “masyaqqot”, dari sinilah ditetapkan syarat diperbolehkannya mengqoshor sholat adalah jarak perjalanannya.
Kesimpulannya, jika perjalanannya sudah memenuhi syarat sebagaimana ditetapkan para ulama’, maka boleh mengqoshor sholat meskipun jarak tersebut ditempuh dalam waktu yang cepat dan tidak begitu merasakan kepayahan. Wallahu a’lam.
(Dijawab oleh: Imam Sibawaih, Lionel Ahmed El Ronye, Mazz Rofii, Ubaid Bin Aziz Hasanan dan Siroj Munir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *